Postingan

Pendakian Gunung Guntur dari Bandung

Gambar
STOP MENDAKI CAGAR ALAM [Edited, Warning! Disclaimer, pendakian ini dilakukan sebelum penulis mengetahui status kawasan Gunung Guntur. Gunung Guntur merupakan bagian dari kawasan Cagar Alam Kamojang Timur. Disarankan untuk tidak mendaki ke Cagar Alam]   Pendakian dimulai pada tanggal 22-23 Mei 2018, diawali karena usulan seorang kakak kelas yang pada akhirnya gak ikut juga. Padahal dia yang ngusulin dan ngajak. Sekitar sebulan sebelum mulai mendaki, wacana ini udah bener-bener diomongin dengan sekitar 10 orang partisipan awal. 5 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Namun saat sekitar H-7, 2 orang tidak jadi ikut, termasuk si pengajak. Nyisa lah perempuan nya hanya bertiga. Tak disangka H-1, 2 orang laki-laki pun batal ikut karena kondisi tubuh mereka drop setelah banyak kegitan dihari sebelumnya. Sempet goyah, karena kita cuman ber6 dengan gender sama banyak. Laki-laki 3 dan perempuan 3. Ditambah kita masih anak SMA. Dengan pengalaman minim berbekal keberanian. Dengan memba...

SUARAKAN RASA KECEWA; Dunia Dalam Tanya?

Ada apa dengan dunia? Benak selalu bertanya, Ada apa dengan dunia? Tujuh milyar manusia bertingkah aneh, Dunia ku tanya. Ada apa denganmu? Dunia butuh manusia, Manusia peduli terhadapnya. Dunia dalam tanya, Hendak apa kau didalamnya. Manusia-manusia perusak dunia. Dunia dikuasai adidaya. Dunia dibawah tipu daya. Dunia ditangan hirarki penguasa. Ada apa dengan dunia? Hutan, laut hanya separuh sisa. Manusia bodoh merajarela. Pendidikan yang tak pernah merata. Dunia dalam tanya. Terjawab dengan keserakahan manusia. Kesenjangan sosial, Ketidak adilan. Dunia butuh jawab. Edukasi yang mumpuni, Bekal kepala kosong penghuni, Yang kian hanya menunggu mati. Dunia kejam sekali, Saling menyerang dan menjatuhkan, Membunuh jiwa-jiwa tak bersalah. Mematahkan kebenaran demi keserakahan. Dunia kejam sekali, Yang benar disalahkan Yang salah dibenarkan Yang benar dan hidup dimatikan. Dunia padam, Redup sinar dalam jiwa penghuni nya. Dunia dalam kegelapan, Dil...

Lirih berbuih

Gambar
Bandung hari ini Seperti bandung sebelumnya Rinai nya jatuh ke bumi Hembus angin menerpa hati Bandung hari ini Terlalu melankolis Dengan alasan strategis Yang tepat tuk menangis Bahu nya tak kuat menopang Peluk raga nya sendiri Dengan gelap hati Dan lirih yang sepi

Bara

Dengan derap lalu terjang. Para pejuang kedamaian. Berlomba tempur lalu lebur. Semangat kepahlawanan tertanam luhur. Raga nya letih dan berpeluh. Darah itu mendidih! Ribuan jiwa bersama tongkat pusaka. Serang para pencuri! Penjajah yang tak tahu diri! Bara mu menyala! Dengan riuh. Ribuan tumbang berserakan. Kenang para pejuang! Hei remaja! Kobarkan api semangat juang! Bangkitlah para milenial, dari keterpurukan!

Mula sapaan

Lepas imaji liar Menguak tabir, hanya dalam dekap cahaya. Sekeping sajak ini kupersembahkan. Untuk seorang kau yang disana. Dekap raga yang melayang. Dihempas ombak dilautan. Semilir angin berhenti sejenak. Berbisik rahasia kehidupan. Menyakitkan, Dahan bercabang menangis kaku. Rinai nya sampai di tanah, membanjiri tandus yang terlalu panas. Remahan kertas terus bertambah sajak nya salah. Tak selaras dengan hati. Banyak kebohongan didalam nya. Lepas saja, Rasa rindu nan kaku. Berimaji terlalu liar. ~Bandung, 31 oktober 2017 Nisrina Lutvia Nur